Kajian “Senja di langit Arafah”

SMP MBS JOMBANG
Islami, Inovatif, Unggul dan Berdaya Saing.

Kajian “Senja di langit Arafah”
Tema : Uswah sang Abul-Anbiya
Penyelenggra: PR IPM MBS Jombang Putra
Narasumber : Ust. Irham Hidayat Shiddiq, S.Pd

SMP Muhammadiyah patut berbangga mempunyai generasi militant yang selalu berinovasi dalam menebarkan kebaikan. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah SMP MBS Jombang putra tak pernah berhenti berkreasi. Ditengah situasi yang serba dibatasi dalam melakukan aktifitas tak menghambat mereka dalam mencapai apa yang mereka telah canangkan.

Pada hari ini, 30 Juli 2020 bertepatan dengan puasa Arafah PR IPM SMP MBS Jombang mengadakan kajian dengan tema yang penuh dengan makna “senja dilangit Arafah” guna untuk menunggu adzan Maghrib. Kajian tersebut disiarkan secara langsung melalui akun resmi IG @pripmsmpmbsjombangputra dan akun FB “ipm mbs putra” yang diikuti kurang lebih 100 peserta baik dari kalangan MBS sendiri maupun dari luar. Narasumber dalam kajian tersebut merupakan ustadz yang tak perlu diragukan dalam hal ilmu agama karena merupakan lulusan dari Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah yang biasanya kita kenal dengan PUTM.

Dalam kajian tersebut berisi tentang banyaknya teladan yang dapat diambil dari Sang Kholilullah (Ibrahim). Salah satunya adalah peristiwa antara dirinya dan ismail, yang menjadi awal mula dari perintah qurban.

Allah Swt. Berfirman :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Artinya :
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (As-Shaffat : 102)

Masyaa Allah betapa mulia akhlak Ismail AS. Dan betapa tinggi derajat kesabaran nya. Dengan ringan hati dan lisan, dia meng-iyakan dan menyetujui perkatan sang ayah, Ibrahim AS. Tentang mimpi nya menyembelih Ismail kecil. Pun juga dengan ayah nya yang memiliki ketaqwaan superior dan selalu menyempurnakan apa yang diperintahkan oleh Allah Swt. Sungguh mulia kedua nya.

Bandingkan dengan perilaku pemuda zaman sekarang, betapa fatamorgana antara keduanya. Sebagian besar pemuda zaman sekarang, ketika dimintai tolong untuk melakukan hal kecil oleh kedua orang tua nya, mereka merasa engan. Mereka tak tahu, betapa besar pengorbanan kedua nya (orang tua) . Seperti pengorbanan Hajar untuk anaknya, Ismail. Dia rela berlari-lari dari bukit Shafa ke bukit Marwah sebanyak 7 kali, demi mendapatkan setetes air untuk anak nya (yang akhirnya dijadikan salah satu rukun haji, yakni sa’i) .

Semoga kita bisa meneladani sifat sang Kholilullah dalam bekal ilmu di dunia.

Leave a comment